- 2026

Kenduri di Semurup
Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup, upacara adat tertinggi Kerinci, menjadi agenda utama dan digelar di balai adat di Air Hangat, sementara panggung tetap di Dermaga Danau Kerinci. Festival memang pernah berbagi lokasi sebelumnya: 2018–2019 punya zona kedua di Kayu Aro. Tema tahun ini: Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya.
Buka arsip 2026 - 2025

Balik ku dahin
Setelah vakum 2024, Bupati Monadi mengganti format. Festival Budaya Kerinci dibuka dengan prosesi Bahuu dan Ngihok; 18 kecamatan berpawai, ±4.000 orang berpakaian dahin. Lomba Parno Adat, Sikeh Banat, dan lari malam di tepi danau.
Buka arsip 2025 - 2023

Karisma Event Nusantara
Festival Kerinci XXI bertema “Mistical Kerinci” masuk kalender event nasional Kemenparekraf. Gubernur Al Haris memukul beduk, Tari Ngagah Harimau membuka. Lomba foto, video, kuliner, dan Kerinci Expo mencatat pemenangnya.
Buka arsip 2023 - 2020
Danau yang sunyi
Pandemi. Kadis Juanda Sasmita memastikan festival dan Tour de Singkarak batal; anggaran dialihkan ke penanganan COVID-19. Tahun berikutnya festival kembali, separuh daring, demi menggerakkan ekonomi.
Buka arsip 2020 - 2019

Rekor di kebun teh
Nama baru: Festival Kerinci, dua zona. Di Kayu Aro 3.805 orang memetik teh serentak, angka yang sama dengan tinggi Gunung Kerinci, dan masuk rekor MURI. Tour de Singkarak finis di dermaga. Panitia mencatat 27.830 wisatawan.
Buka arsip 2019 - 2016

Rakit hias dan aksara Incung
Era Bupati Adirozal: gubernur membuka tiap tahun. 2015 memamerkan aksara Incung untuk pertama kali bersama 350 UMKM. 2016 Gubernur Zumi Zola ikut menari, dan 16 kecamatan berlomba rakit hias di atas danau.
Buka arsip 2016 - 2011

Pesta di atas air
Dipindah ke Pulau Tengah dan dimajukan ke liburan sekolah. Acara baru: pesta terapung di tengah danau, pawai kerbau penarik pedati, tiup serunai batang padi. Dua puluh ribu benih ikan semah dilepas sebelum pembukaan.
Buka arsip 2011 - 2010
Titian Mahligai
Bupati Murasman menghidupkannya kembali pada edisi kesepuluh. Di panggung pembukaan, Tari Titian Mahligai ditetapkan sebagai ikon seni Kerinci. Lomba gulai takuyung dan gulai daun suhin ikut dinilai juri.
Buka arsip 2010 - 2007
Menteri dan enam duta besar
FMPDK VIII dibuka Menbudpar Jero Wacik. Dubes Jerman, Arab Saudi, Perancis, Malaysia, Lebanon, dan Afghanistan diundang ke tepi danau. Setahun kemudian festival masuk Visit Indonesia Year. Lalu bupati berganti, dan festival berhenti.
Buka arsip 2007 - 2003

Lima puluh lima ribu orang
Edisi keempat membengkak. Ketua MPR Amien Rais memukul beduk berornamen Kerinci, turis Eropa memenuhi hotel Sungai Penuh, diaspora pulang dari Singapura dan Malaysia. Ada paralayang dari Bukit Khayangan dan pacu anjing di Lapangan Merdeka.
Buka arsip 2003 - 2000
Sebuah pesta untuk danau
Di akhir 1990-an Bupati Fauzi Siin ingin warga kembali menoleh ke danau terbesar di Jambi. Bersama Kadis Arfensa Salam ia membuat pesta rakyat di dermaga Sanggaran Agung: pawai antar kecamatan, kerajinan, kuliner. Namanya tegas: Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci.
Buka arsip 2000
gulir untuk mundur ke masa lalu
Dua puluh tujuh tahun di tepi danau
Dimulai dari tahun ini, lalu mundur ke masa awal: tiga nama, tiga bupati penggerak, dan satu rekor di kebun teh. Setiap gulir membawa satu babak.
yang pantas dibanggakan
Rekor dan pencapaian
- 2019
3.805
orang
Rekor MURI petik teh massal
Di kebun teh Kayu Aro, 6 Nov 2019. Angka = tinggi Gunung Kerinci (mdpl).
- 2003
55.000
orang
Pengunjung terbanyak tercatat
Pembukaan FMPDK IV oleh Ketua MPR Amien Rais; turis Eropa memenuhi hotel.
- 2019
27.830
orang
Wisatawan nusantara
Laporan panitia selama Festival Kerinci 2019.
- 2025
±4.000
peserta
Pawai budaya terbesar
18 kecamatan, Festival Budaya Kerinci 2025.
- 2023
KEN
Kemenparekraf
Karisma Event Nusantara
Festival Kerinci XXI masuk kalender event nasional.
- 2017
CoE
nasional
Calendar of Event Kemenpar
FMPDK XVI diakui sebagai agenda pariwisata nasional.
- 2019
Etape 7
82,9 km
Finis Tour de Singkarak
Telun Berasap ke Dermaga Danau Kerinci, 8 Nov 2019.
- 2007
6
negara
Dibuka Menteri, dihadiri dubes
Menbudpar Jero Wacik; dubes Jerman, Arab Saudi, Perancis, Malaysia, Lebanon, Afghanistan.
- 2011
20.000
ekor
Tebar benih ikan semah
Ikan endemik danau, sebelum pembukaan FMPDK XI.
- 2015
350+
UMKM ikut
Pameran aksara Incung pertama
Aksara kuno Kerinci dipamerkan di FMPDK XIV.
- 2008
VIY
2008
Visit Indonesia Year
Masuk agenda nasional Visit Indonesia Year.
- 2026
Sko
adat tertinggi
Kenduri Sko jadi agenda utama
Digelar di Balai Adat Tigo Luhah Semurup, Air Hangat; panggung utama tetap di Dermaga Danau Kerinci.
- 2018
2
zona
Dua zona festival
Zona 1 Danau Kerinci dan Zona 2 Kayu Aro (2018–2019); rekor MURI petik teh 2019 di Kayu Aro.
semua tahun, terbaru dulu
Timeline
- 2026

Festival Budaya Kerinci 2026
“Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya”
- 2025

Festival Budaya Kerinci 2025
“Balik Ku Dahin”
- 2024

Festival Kerinci 2024
Tidak digelar
- 2023

Festival Kerinci XXI
“Mistical Kerinci”
- 2022

Festival Kerinci ke-XX
“Harmoni Alam dan Budaya”
- 2021

Festival Kerinci XIX
“Tingkatkan inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan ekonomi masyarakat”
- 2020
Festival Kerinci 2020
Tidak digelar
- 2019

Festival Kerinci 2019 (XVIII)
2–6 November 2019
- 2018

Festival Kerinci ke-XVII (2018)
2–6 Oktober 2018
- 2017

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci XVI
“Cerminan Suksesnya Branding Pariwisata Menuju Jambi Tuntas”
- 2016

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci XV
19–22 Agustus 2016
- 2015

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci XIV
30 Juli – 3 Agustus 2015
- 2014

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci XIII
14–17 November 2014
- 2013

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci 2013
Tidak digelar
- 2012

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci XII
10 November 2012
- 2011

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci XI (2011)
5–9 Juli 2011
- 2010
Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci X
26–30 Oktober 2010
- 2009
Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci 2009
Tidak digelar
- 2008
Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci IX (2008)
Tanggal tidak tercatat
- 2007
Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci VIII
17 November 2007
- 2006
Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (±VII, 2006)
Tanggal tidak tercatat
- 2003

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci IV (±2003)
6 Juli 2003
- 2000
Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci I (±1999/2000)
Tanggal tidak tercatat
2025–
Festival Budaya Kerinci
Kembali ke adat: prosesi Bahuu dan Ngihok, pakaian dahin, Parno Adat, dan Kenduri Sko sebagai agenda utama.
- MonadiBupati 2025–, Festival Budaya Kerinci
- Jamal Penta PutraKadis Parbud 2025–
2018–2023
Festival Kerinci
Agenda pariwisata nasional: dua zona (danau dan Kayu Aro), rekor MURI petik teh, Tour de Singkarak, lalu Karisma Event Nusantara.
- Dr. H. AdirozalBupati 2014–2024, ganti nama 2018
±2000–2017
Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci
Lahir sebagai pesta rakyat dan ajakan menjaga danau. Tamu nasional (Amien Rais, Jero Wacik), pawai antar kecamatan, pacu anjing, lalu tari massal dan rakit hias.
- H. Fauzi SiinBupati 1999–2009, penggagas
- Arfensa SalamKadis Budpar, pengusul 2000
- H. MurasmanBupati, menghidupkan lagi 2010
istilah yang akan kamu dengar
Glosarium
Kenduri Sko
Upacara adat tertinggi: pewarisan gelar adat dan pembersihan pusaka. Agenda utama 2026 di Semurup.
Kuluk
Penutup kepala perempuan: dua gelang besar, jumbai beludru, kuningan; tujuh kunci lambang pemegang rumah tangga.
Pakaian dahin
Busana tempo dulu: baju dahin, kain lilit, tapu, sarung, sandal lili. Diajak dipakai pengunjung.
Tari Asyeik
Tari ritual persembahan kepada leluhur; penari dapat kesurupan.
Ngagah Harimau
Tari penolak bala tentang memanggil harimau; penonton sering kesurupan, viral 2021 dan 2023.
Pacu Biduk
Lomba dayung perahu tradisional di danau (2026).
Aksara Incung
Aksara kuno Kerinci, motif utama batik Kerinci; belum ada di Unicode, dipakai sebagai ornamen.
Balik Ku Dahin
“Kembali ke dulu”: tema 2025, ajakan menghidupkan tradisi leluhur.
catatan metode
Disusun dari pemberitaan, portal Pemkab Kerinci, Instagram Disparbud, unggahan warga di Facebook per tahun, blog warga untuk era pra-2010, dan kajian akademik. Sumber ada di tiap halaman tahun. Nomor edisi Romawi mengikuti sumber yang dikutip; inferensi ditandai.